Tradingna.com - Aku memang tidak sesetia matahari
Yang selalu menyinari bumi iniAku memang tak setegar bentangan langit
Yang selalu mengayomi seluruh alam
Namun aku punya cinta
Aku punya sayang
Sebesar matahari dan bentangan langit
Yang tak akan hilang begitu saja dari hatiku
Selalu kujaga
Layaknya duri menjaga bunganya
Selalu kuuntaikan
Layaknya air yang tak kan berhenti mengalir”
*****
Kata-kata itu mengingatkanku pada seseorang yang dulu bersamaku. Ardi. Dia berikan puisi itu saat Valentine Day. Ardi emang pernah jalan sama aku. Dari Ardilah aku mendapatkan sebuah arti kebersamaan. Ardi sangat romantis, cakep, dan otomatis ditujang bodynya yang begitu menawan. Hobbynya yang fitness membuat lekukan di tubuhnya makin terlihat sempurna. Cita-citanya yang selalu ingin menjadi seorang Angkatan Laut membuatku semakin teringat akan pesonanya saat aku menatap laut sendirian.
Di sini, setahun yang lalu, tepatnya tahun 2002 bulan kedelapan, Ardi duduk di sampingku seperti saat ini mentap pemandangan dari gunung Arjuna. Aku memang pernah camping bersamanya di sini. Saat itu suatu malam yang cerah, Ardi membacakan puisinya itu buatku. Ah, sungguh kenangan yang terindah yang pernah kualami. Rekan sekalian, aku mau menceritakan pengalamanku ketemu dengan Ardi. Seperti pada cerita sebelumnya, Ardi tahu aku gay setelah aku tidur di rumahnya bersama dengan Iyan yang udah emang dari dulu juga gay.
Ada satu yang nggak bisa kulupakan, saat Ardi menginterogasiku di kamarnya setahun yang lalu, kata-kata Ardi saat itu masih terngiang di telingaku,
“Ndre, kamu homo yach?” Tanya Ardi saat itu
Aku terdiam. Aku hampir tak percaya dengan apa yang barusan kudengarkan. Rasa malu, rasa ingin teriak, ingin lari dan rasa ingin mati campur aduk jadi satu, saat Ardi, temen baekku, berkata seprti itu.
“Ndre, kemarin aku ngintip kalian. Sorry aku tahu kalo kamu homo setelah Iyan dan kamu ML di kamar adek gue!”
Aku tetap nggak bisa ngomong apa-apa.
Artikel Terkait
“Kamu nggak usah takut! aku akan jaga rahasia di depan teman-teman kita!”
“Kamu janji ar?”
“Iya, gue janji dech!” kata Ardi sambil mengacungkan dua jarinya tanda suer.
“Asal..”
“Asal apa Ar?”
“Ada syaratnya lage!”
“Baiklah, katakana apa syaratnya!”
“Elo mau ngelakuin kayak kemarin pada gue!”
“Hah! Elo gila Ar?”
“Mau nggak?”
“Nggak! Gue nggak mau. Gue nggak mau membuat kamu jadi homo juga” Lanjut baca!

0 Response to "Viral Terbongkar Rahasia Tante Suka Double Anal Sex 2"
Posting Komentar