Tradingan.com - Hari Sabtu siang yang sedikit melelahkan. Aku tidak masuk kerja hari ini. Bu Poppy mengizinkanku untuk tidak masuk, tapi aku dibekali VCD yang berisi beberapa contoh iklan. Ini ujian aku pertama setelah hampir tiga bulan bekerja di biro iklan. Aku diminta buat konsep iklan sebuah kosmetik wanita dan akan presentasi hari Senin.
Sejak pagi aku bersih-bersih kamar sambil menyetel VCD contoh-contoh film iklan dari beberapa negara. Karya yang bagus dan ada yang cukup aneh menurutku dan sangat berani. Yaitu iklan kondom dengan memperlihatkan adegan dua pria yang saling bermesraan. Aku juga membuka majalah ekonomi dan beberapa majalah lainnya untuk mengumpulkan bahan-bahan presentasi. Aku mau lihat kecendrungan bentuk tampilan film iklan TV. Aku belum sempat merapikan kerjaanku, ketika kantuk menyerang. Akupun tidur setelah makan ketoprak, menu makan siangku. Murah dan bergizi.
Sebenarnya aku sudah terbangun dari tidur siangku, ketika pintu kamarku diketuk. Suara Ran yang memanggil di luar. Kulirik jam di dinding. sudah hampir jam empat. Lumayan lama aku tertidur. TV dan VCD playerku masih nyala, posisi standby.
“Sebentar.. ” kataku sambil bangun dan merapikan rambutku yang kacau. Rambutku sudah mulai panjang rupanya, aku menyisirnya dengan jari-jariku. Kurapikan kaos dan celana batikku yang memutar di tubuhku sambil berjalan menuju pintu.
Ran berdiri sambil tersenyum ketika pintu telah kubuka. Kaos dan celana jeans hitamnya keren juga. Dia membuka sepatu ketsnya sambil jongkok. Ranselnya disandarkan dekat pintu. Aku perhatikan apa yang dilakukannya. Aku tanya kabarnya dan dua temannya-Ganda dan Dana. Katanya mereka baik-baik saja.
“Pulang kuliah aku langsung ke sini,” jelasnya.
“Sepatunya dibawa masuk saja, Ran,” kataku ketika dia sudah selesai membuka sepatu dan kaos kakinya. “Takut ada yang suka, dan mengambilnya. “
Ran tertawa dan membawa masuk sepatunya dan meletakkan di rak sepatu plastik disamping sepatuku. Aku tutup rapat pintu kembali. Aroma keringatnya menyegarkan di hidungku, dan ada aroma lainnya.. Ran membuka ranselnya dan pengeluarkan pizza berukuran kecil dari sana. Inilah aroma yang ‘lain’ itu.
Artikel Terkait
“Suka pizza ‘kan?” katanya sambil menaruh pizza yang dibawanya di lantai di atas karpet. Kemudian duduk, meletakkan ranselnya di pinggir.
“Suka sekali,” kataku. Dan aku ingat, masih punya tiga kaleng cocacola di lemari makananku. Aku mengambilnya, menaruhnya semua dekat bungkusan pizza dan duduk bersama.
“Sedang nonton VCD ya?” tanyanya sambil membuka kotak pizza ketika melihat VCD playerku dalam posisi stand-by. Lanjut baca!

0 Response to "Viral Tantangan Godaan Tetek Montok Gadis Perawan"
Posting Komentar